Menbud Dorong Museum Tematik Jadi Penggerak Ekonomi Budaya

Sportstourism – Mojokerto, 14 September 2026 — Museum tematik dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat literasi budaya sekaligus membuka peluang ekonomi budaya yang berkelanjutan. Karena itu, pemerintah mendorong semakin banyak pihak swasta dan komunitas untuk membangun serta mengelola museum secara profesional.

Dorongan tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat meresmikan ruang pamer Museum Cipta Mahardika, yang merupakan bagian dari pengembangan Museum Gubug Wayang di Mojokerto, Jawa Timur, Senin (14/9/2026).

Menurut Fadli, museum tidak semestinya hanya dipandang sebagai tempat menyimpan koleksi, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi, pelestarian budaya, sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat dan dunia.

Ia menilai keberadaan museum yang dikelola komunitas maupun swasta menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya.

“Museum itu bukan cost center, tetapi bisa menciptakan ekonomi budaya sirkular yang berkelanjutan. Keberanian swasta mendirikan museum membuktikan bahwa museum dapat dioperasionalkan secara profesional dan mandiri,” ujar Fadli.

Fadli juga menyoroti wayang sebagai salah satu kekayaan budaya yang memiliki sejarah panjang dan berkembang melalui proses akulturasi dengan berbagai kebudayaan.

Wayang telah diinskripsi UNESCO pada 2003 sebagai warisan budaya takbenda. Menurutnya, keragaman bentuk dan nilai yang terkandung dalam tradisi wayang perlu terus diperkenalkan melalui institusi kebudayaan, termasuk museum tematik.

“Kita sangat mengapresiasi individu, swasta, dan korporasi yang mencintai budaya Indonesia dan berani mendirikan museum. Dengan semakin banyaknya museum tematik seperti di Museum Gubug Wayang, institusionalisasi warisan budaya kita akan menjadi lebih sustain dan literasi budaya masyarakat dapat dijangkau secara lebih mudah,” katanya.

 

Targetkan Lebih Banyak Museum

Kementerian Kebudayaan, lanjut Fadli, mendorong pertumbuhan jumlah museum di Indonesia agar dapat menjadi etalase kebudayaan dan peradaban bangsa.

Ia bahkan berharap Indonesia ke depan memiliki lebih dari 1.000 museum dengan beragam tema dan karakteristik.

“Harapannya Indonesia ke depan memiliki lebih dari seribu museum sebagai etalase budaya dan peradaban nasional di tengah peradaban dunia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli juga mengungkapkan rencana peresmian Museum Pelawak atau Museum Bing Slamet pada 27 September 2026 yang bertepatan dengan Hari Komedi Nasional.

Menurutnya, kehadiran museum dengan tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Nusantara melalui pendekatan yang lebih menarik.

Peresmian ruang pamer Museum Cipta Mahardika turut dihadiri Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Penasehat Yayasan Museum Gubug Wayang Kombes Pol Tri Suhartanto, Direktur Utama Museum Gubug Wayang Dea Putri Njoto, serta seniman Kirun dan Adi Bing Slamet.

Fadli berharap Museum Gubug Wayang dan museum lain yang berada dalam kelompoknya dapat menjadi contoh bagi pengembangan museum tematik di berbagai daerah.

“Mudah-mudahan Museum Gubug Wayang dan museum-museum yang merupakan kelompok dari Museum Gubug Wayang ini bisa menjadi inspirasi bagi tumbuhnya museum-museum lain yang lebih tematik,” pungkasnya.

**Benksu

Sports Tourism Indonesia