Medali Finisher BOLT 2023 Berkarakter dan Khas

sportstourismindonesia.com, Medan –

Medali finisher peserta BLOT (Bukit Lawang Orangutan Trail Run) di Taman Nasional Gunung Leuser, 27 dan 28 Mei 2023 besok, sangat berkarakter dan Khas sekali. Pokoknya berbeda dari yang lain.

Medali BOLT 2023 memang harus berkarakter kuat, sebagai bentuk apresiasi dan komitmen yang kokoh terhadap olahraga lari petualangan alam bebas ini. Sedangkan hadirnya Relief Orang Utan pada medali – sebagai simbol yang tanpa harus orang membaca tulisannya – pasti akan mengetahui bahwa ini medali dari pada event BLOT.

Selanjutnya Medali yang berkarakter dan khas ini akan diberikan kepada para peserta yang mencapai titik finish BOLT 2023. Dan perlu diketahui para peserta tak saja datang dari Medan, namun juga dari berbagai kota besar lainnya. Disamping turut diikuti pula oleh para atlet Trail Run dari 14 negara lainnya.

Dikabarkan Menpora Dito Artidjo dan Wakil Gubenur Sumatera Utara, Musa Rajekshah dipastiikan bakal ikut ambil bagian dalam event BOLT 2023 ini.

Menilik perjalanan sebuah medali penghargaan dalam berbagai ajang kompetisi dan olahraga, tentulah memiliki sejarah panjang bervariasi serta kisah yang melatarbelakanginya. Seperti  untuk menggantikan bunga atau dedaunan yang sering diberikan untuk mereka yang berprestasi.

Medali penghargaan Dikenal sejak Mesir Kuno dan Yunani Kuno, terbuat dari logam dengan gambar atau inskripsi – umumnya kala itu – sosok Pahlawan, Dewa, atau simbol penting lainnya.

Sedangkan medali modern pertama kali diperkenalkan dalam olimpiade modern yang pertama kali diadakan di Athena, Yunani pada tahun 1896.

Pada awalnya, medali tersebut terbuat dari perunggu dan memiliki ukuran yang bervariasi. Desain dan tampilan medali juga berbeda-beda dari olimpiade ke olimpiade. Seiring berjalannya waktu, medali mulai mengadopsi standar tertentu. Biasanya terbuat dari logam mulia, seperti emas, perak, atau perunggu.

Medali emas diberikan kepada pemenang pertama, medali perak untuk pemenang kedua, dan medali perunggu untuk pemenang ketiga.

BACA JUGA :  Kemenparekraf Gandeng Kemendag dan Dekranas Kolaborasi dalam “Road To JMFW 2024" di Banjarmasin

Desainnya pun menjadi lebih rumit dan mencerminkan karakteristik budaya dan identitas Olimpiade yang sedang berlangsung.

Selain di Olimpiade, medali juga digunakan dalam berbagai kompetisi olahraga di tingkat nasional dan internasional, termasuk pesta olahraga Commonwealth, Kejuaraan Dunia, dan pesta olahraga Asia. Masing-masing memiliki desain berbeda yang mencerminkan karakteristik budaya dan sejarah negara yang menjadi tuan rumah, tentunya.

)**BS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− two = 1

Sports Tourism Indonesia