Sportstourismindonesia – Mumbai, 4 Mei 2025 Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melanjutkan rangkaian kunjungan kerja dalam forum WAVES Summit 2025 dengan melakukan ekskursi budaya di kota Mumbai, India. Ekskursi ini bertujuan mempererat kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan India, sekaligus menggali inspirasi untuk pengelolaan warisan budaya di tanah air.
Salah satu titik kunjungan utama Menbud Fadli adalah Museum Chhatrapati Shivaji Maharaj Vastu Sangrahalaya (CSMVS), museum nasional India yang menyimpan lebih dari 70.000 koleksi budaya, mulai dari artefak Peradaban Lembah Indus, patung era Gupta, seni miniatur Mughal, hingga karya seni kontemporer.
“CSMVS merupakan contoh nyata bagaimana museum dapat menjadi ruang hidup budaya yang dinamis, tidak hanya menyimpan sejarah tetapi juga menjadi pusat edukasi dan interaksi publik,” ujar Fadli.
Museum CSMVS, yang telah diakui UNESCO sebagai bagian dari warisan dunia sejak 2018, juga meraih penghargaan konservasi dari UNESCO Asia-Pacific Awards pada 2022. Setiap harinya, museum ini dikunjungi sekitar 2.500 orang dan aktif menyelenggarakan kegiatan edukatif untuk anak-anak, keluarga, hingga komunitas lokal.
Menbud Fadli melihat pendekatan museum ini sangat relevan bagi pengembangan museum di Indonesia. “Kita bisa belajar dari sinergi antara konservasi, teknologi, dan partisipasi publik yang dijalankan CSMVS. Kolaborasi lintas sektor, termasuk melalui skema public-private partnership (PPP), sangat penting untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan museum di Indonesia,” tambahnya.

Selain CSMVS, Fadli Zon juga mengunjungi Gateway of India, monumen bersejarah di tepi Laut Arab yang menjadi simbol perjuangan India melawan kolonialisme. Monumen ini dibangun pada 1924 untuk menyambut Raja George V dan Ratu Mary, dan menjadi titik keberangkatan terakhir pasukan Inggris pada 28 Februari 1948—momen penting yang menandai kemerdekaan India.

“Monumen ini menyimpan pesan kuat tentang perjuangan, kemerdekaan, dan harga diri bangsa. Indonesia dan India memiliki sejarah solidaritas antikolonial yang panjang. Melestarikan situs seperti ini adalah cara kita menjaga semangat itu tetap hidup,” ucap Fadli.
Ekskursi ditutup dengan kunjungan ke The Taj Mahal Palace Hotel, hotel bersejarah yang dibangun pada 1903 oleh Jamsetji Tata sebagai bentuk perlawanan terhadap diskriminasi rasial kala itu. Selama Perang Dunia I, hotel ini berfungsi sebagai rumah sakit dengan kapasitas 600 tempat tidur. Tokoh besar seperti Mahatma Gandhi dan Lord Louis Mountbatten juga pernah mencatat sejarah penting di tempat ini.
Dengan ekskursi ini, Menbud Fadli Zon menegaskan pentingnya kerja sama Indonesia–India dalam pelestarian warisan budaya. “Melalui dialog dan kolaborasi lintas negara, kita bisa saling belajar dan memperkuat upaya pelestarian identitas budaya bangsa,” tutupnya.
**Benksu





